Sunday, August 28, 2011

Selamat Hari Raya, Maaf Zahir Batin

Salam 28th Ramadan,

Another day to go. The final round! Go! Go! Go! Have you completed your 30 juzuk of alQuran? Have you stayed-up at night for munajat ilAllah? One final night .... let's do it.

Tomorrow is Monday, follows by Tuesday, which is 1st Syawal. It's a day when we celebrate the winning of our fight against one nafs. We are able to be patient not only from eating and drinking, but also, we are also more patient with other insan .... and also, the winning of oneself to perform ibadah ilAllah.

Let's celebrate this eid with lots and lots of takbir and tahmid. May our eid will be blessed by Allah. Do not waste all our good effort during Ramadan to be a better Muslim.
Allahu Akbar!
Alhamdulillah!
La ilaha illallah!

Come Tuesday, we will listen many good wishes of 'Selamat Hari Raya, Maaf Zahir & Batin'. And with smiling faces, people will shake each others hand. But lets do it proper:

When you want to shake hands among muslims (mahram), use both hands, look at each others face, prerably look into their eyes, and smile. This will encourage ukhuwwah among us.
Do not turn your face away from your sisters/ brothers whom you are shaking their hands with.

What do we say when we greet each other? Let's for a change, let's all follow the salafussoleh by saying:

Taqabbalallahu minna wa minkum (May Allaah accept it from you and us).”
instead of our usual 'Selamat Hari Raya'.

wallahua'lam.

Saturday, August 27, 2011

Jangan tinggal Daku, Ramadan.

Salam all,

Selamat Hari Raya!!! A google image search found me with thousands of images of Selamat hari Raya. But I chose the one below:

Wah! Wah! Wah! Dah tak sabar ke nak sambut raya??? Ada dua malam untuk bertarawikh lagi tau ..... Ini peluang terakhir nak pulun tahun ni. Tahun depan belum tentu ketemu lagi. Sebenarnya, mood raya semenjak usia meningkat ni, sudah tidak semeriah dulu. Sebaliknya, Ramadan yang semakin hampir ke penghujung ini menggamit rasa pilu di hati. Mengenangkannya, air mata ini pasti mengalir ke pipi.

Andai ini Ramadan terakhirku, Adakah telah diterima taubatku?
Andai ini Ramadan terakhirku, Adakah telah diampuni dosa-dosaku?
Andai ini Ramadan terakhirku, Adakah telah menjadi insan bertaqwa?
Andai ini Ramadan terakhirku, Adakah aku telah bersama mereka yang tidak akan dijamah seksaan api nerakaMU?
Andai ini Ramadan terakhirku, Adakah telah sempurna penghambaanku padaMu?
Andai ini Ramadan terakhirku, Adakah telah cukup bekalan untuk dibawa ke sana?

Andai, andai dan andai. Walau segunung andai yang ada, jika tiada usaha, maka tiadalah tawakkalnya.

Telah berkata ulamak masa kini Prof Dr Yusuf Al-Qardhawi,

"Jika engkau beramal kerana Ramadan, Ramadan akan pergi meninggalkan engkau. Tetapi jika engkau beramal kerana Allah, Allah akan kekal selamanya bersamaMu".

Semoga amalan kita adalah untuk Allah dan tidak akan terhenti dengan berakhirnya Ramadan ini.

Ameen. Wassalam.

~Jom lipat gandakan amalan, sambil diselangi dentuman bunga api dan alunan lagu raya.




Friday, August 26, 2011

Iftar 26 Ramadhan

Salam semua,

Ya, betul! Hari ni dah pun hari ke26 kita berpuasa. Kalau nak hitung bilangan puasa yang berbaki, guna sebelah tangan pun dah cukup. Maksudnya, malam ni adalah malam 27. Atau orang Melayu selalu panggil Malam 7 Likur. Tapi aku tak pernah dengar pun sebelum ni pasal malam 7 likur ni, hanya setelah bergelar orang 'KL' (ni pun kalau orang jati KL terima masuk suku) nilah baru aku kenal 'Malam 7 Likur'. Entah apa kelebihan malam ni untuk orang Melayu, aku pun tak pasti. Tapi yang aku selalu nampak adalah rumah-rumah dah mula bermandikan cahaya. Tak cukup cahaya letrik, cahaya minyak tanah pun ada. Fikir 2X, membazir pun ada. Semoga kita ni taklah tergolong dalam golongan orang yang membazir sebab membazir tu sahabat syaitan. Nauuzubillah. Penat puasa, solat, ngaji Quran sepanjang Ramadan, tiba2 hujung Ramadan bersahabat pulak dengan syaitan. Mesti syaitan yang masih bergari tu dah mula nak senyum sebab ada orang dah nak mula bersahabat dengannya. Nauuzubillah. Kita kan sekarang ni dah jadi orang bertaqwa .... mana boleh bersahabat dengan syaitan lagi. InsyaAllah.

Iftar hari ni meriah. Alhamdulillah. Terima kasih Allah kerana titipkan kebahagiaan ini. Bukan ada apa yang istimewa, cuma kerana kami sekeluarga bersama, walaupun keluarganya tak besar, berlima kami sudah cukup memeriahkan majlis. Syukran ilAllah.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Which is it, of the favours of your Lord, that ye deny?
Surah ar-Rahman

This is truly a great gift from ALLAH SWT to me. While we were happy together, everybody was exchanging jokes, laughter fills the entire dining area. Suddenly, my mind was flown back to my hometown, where I can see my parents having their iftar, just the two of them. Quietly having their tamar, Bapak finishes first. Stood up, taking a deep breath before slowly adjourn to prepare for the prayers. Mak was left alone at the dining table. Solemnly, munching the tamar. Gulping a glass of milk as Mak usually did since she had problem with her gastritis, mak was calm. No smile on the face. But, who knows what is inside her mind.

Is she wondering, where are my kids? I have 6, but none is with me at the moment.
Is she thinking, where are my grandchildren? I have 30, but no one is anywhere near.
Is she praying, is she hoping for us to be there to cheer their lonely hearts???

O my brothers ... If only I could force you two, I would definitely make the two of you routinely take turns to accompany our parents. What about me? Forgive me mak, forgive me bapak, your daughter now has another responsibility to fulfill, has another soul to abide, for I want to an obedient zaujah (wife), so that my prayers would be listen to by Allah. I will always pray for your health and happiness. And most importantly, I will always pray that Allah will look upon the two of you with His Rahmah and always place the two of you among the solihin. Ameen.

Forgive me mak. Forgive me bapak. To all sons .... please, please, please, I beg you, please, make your parents happy in any small way that you can, ALWAYS ....

Narrated 'Abdullah: I asked the Prophet "Which deed is the dearest to Allah?" He replied, "To offer the prayers at their early stated fixed times." I asked, "What is the next (in goodness)?" He replied, "To be good and dutiful to your parents" I again asked, "What is the next (in goodness)?" He replied, 'To participate in Jihad in Allah's cause."
(Sahih Bukhari & Muslim)

Narrated Abu Huraira: A man came to Allah's Apostle and said, "O Allah's Apostle! Who is more entitled to be treated with the best companionship by me?" The Prophet said, "Your mother." The man said. "Who is next?" The Prophet said, "Your mother." The man further said, "Who is next?" The Prophet said, "Yourmother." The man asked for the fourth time, "Who is next?" The Prophet said, "Your father.
(Sahih Bukhari)


Wassalam. Ramadan is still with us. Let's make the best of it.





Thursday, August 25, 2011

Syaitan Kena Rantai

Salam All,

Today is 25th Ramadhan. I am already on leave. Not because too excited to celebrate the Eid but just to lessen the number of leaves that I still have since this year end I would be busy with the semester and would not have time to take leaves. Secondly, I took leave just to spend more time with my daughter who has safely reached home from Dungun yesterday afternoon.

'Syaitan kena rantai' ... the syaitans (devils) were chained, no syaitan during this Ramadhan, etc. ... these are some of the verses that we normally hear people were saying every Ramadhan. In actual fact, there is a hadith from Rasulallah SAW on this matter:

Narrated Abu Huraira: Allah's Apostle said, "When the month of ramadan comes, the gates of Paradise are opened and the gates of the (Hell) Fire are closed, and the devils are chained."
-Sahih Bukhari

If the devils were chained, why are there still people who commit sin? Why are we still (at times) lazy to perform ibadah? Why? Why? Why? The answer is an-nafs. Nafsu.

For the past 11 months, the syaitan (devils) have trained our nafs to perform all the bad deeds and now during the holy month of Ramadan, the month with rahmah and maghfirah we are supposed to retrain our nafs so that we will do all the good deeds as suggested by Allah and his Apostle, Muhammad SAW.

========
According the tasawwuf, the nafs can de categorised into 7: (adapted from here)


1. Nafsul Amarah, ini adalah tingkatan yang paling rendah. Nafsul amarah cenderung mendorong manusia untuk melakukan perbuatan keji dan rendah. Keberadaan nafsu ini disebutkan dalam s. Yusuf ayat 53
Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ( Yusuf 53)
Sifat orang yang mempunyai nafsul amarah antara lain mudah marah, sombong, takabbur, tamak, kikir , dengki dan hasud, sering memperturutkan keinginan syahwat secara berlebihan.
2. Nafsul Lawwamah, tingkat yang lebih tinggi adalah nafsul lawwamah. Nafsu ini sering mengkritik dan menyesali tindakan yang tidak patut yang dilakukan atas dorongan nafsul lawwamah. Keberadaan nafsu ini disebutkan dalam S Al Qiyamah ayat 2:
dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri) (Al Qiyamah 2)
Pada tingkatan ini seseorang akan menyesali perbuatan buruknya, dia sering merenung dan mengkritik semua perbuatannya yang keliru. Selanjutnya dia berusaha agar perbuatan buruk yang telah dilakukan tidak terulang lagi.
3. Nafsul Mulhammah, tingkat nafsu yang ketiga adalah nafsul mulhammah. Keberadaannya disebutkan dalam S Asy Syam ayat 7-10.
7- dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),
8- maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya,
9- sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu,
10- dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.
( Asy-Syam 7-10)
Orang yang telah mencapai tingkatan ini telah mampu mengendalikan dirinya dari keingainan nafsu yang rendah. Ia bisa membedakan yang hak dan batil. Ia selalu menjaga dirinya dari melakukan perbuatan tercela dan selalu berusaha untuk meningkatkan iman dan taqwanya. Berusaha mengerjakan amal soleh sebanyak banyaknya.
4. Nafsul Muthmainnah, tingkat nafsu yang kempat adalah nafsul Muthmainnah, keberadaan nafsu ini disebutkan dalam S Al fajr 27-31.
27- Hai jiwa yang tenang.
28- Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridai-Nya.
29- Maka masuklah ke dalam jemaah hamba-hamba-Ku,
30- dan masuklah ke dalam surga-Ku.
Orang yang telah mencapai tingkat ini jiwanya jadi tenang , penuh rasa tawakkal, ridho dengan semua ketetapan Allah , tidak disentuh rasa duka , sedih dan cemas.
5. Nafsul Radhiah , orang yang mencapai tingkat ini selalu merasa puas dengan apa yang diterimanya dari Allah . Bagi mereka sama saja kejadian baik maupun buruk yang menimpanya. Hatinya tidak terpengaruh oleh kehidupan dunia. Mereka selalu kembali pada Allah dan ridho dengan semua keputusannya.
6. Nafsul Mardhiyah, Tingkat ini lebih tinggi daripada Nafsul Radhiyah. Ia adalah orang yang sangat dekat dan dicintai Allah. Merekalah yang dimaksud oleh salah satu hadist Qudsi:
SENANTIASA HAMBAKU MENDEKATKAN DIRI KEPADAKU DENGAN MENGERJAKAN IBADAH IBADAH SUNAH HINGGA AKU CINTA PADANYA. MAKA APBILA AKU TELKAH MENCINTAINYA, JADILAH AKU PENDENGARANNYA YANG DENGANNYA IA MENDENGAR, PENGLIHATANNYA YANG DENGANNYA IA MELIHAT,PERKATAANNYA YANG DENGAN YA IA BERKATA KATA, JADILAH AKU TANGANNYA YANG DENGANNYA IA BERBUAT, JADILAH AKU KAKINYA YANG DENGANNYA IA MELANGKAH, DAN AKALNYA YANG DENGANNYA IA BERFIKIR
Semua langkah dan perbuatannya dilakukan atas bimbingan dan petunjuk Allah, seperti apa yang telah dilakukan Nabi Khidir dan tidak dipahami oleh Nabi Musa .
Dia tidak bertindak dengan kemauan sendiri, melainkan dengan bimbingan dan kehendak Allah
7. Nafsul Kamilah, ini adalah tingkatan para Nabi, Rasul dan Insan Kamil, manusia suci dan sempurna, yang selalu berada dalam pengawasan dan bimbinganNya. Terpelihara dari perbuatan yang tercela.
Untuk meraih tingkatan nafsu dari level rendah sampai yang tinggi seperti tersebut diatas diperlukan perjuangan yang gigih dan ulet. Tidak bisa didapat dengan santai tanpa usaha yang maksimal. Untuk naik dari satu tingkat ketingkat yang lebih tinggi dibutuhkan waktu yang cukup lama sampai bertahun tahun.
Insya Allah dengan hati yang bersih dan jernih kita bisa meraih kemenangan dunia dan akhirat. Menjalani hidup berbahagia didunia dan akhirat , tidak ditimpa kesedihan dan duka yang berlarut larut. Kelak ditempatkan Allah di taman syurga yang abadi dan hidup kekal selamanya disana.
========
May we are able to re-train our nafs and try our best to uphold all the good things, all the ibadah that we have been doing during this Ramadan. If we fail to continue doing all the ibadah, it's a proof that we were once again defeated by the syaitanns and did not obtain maghfirah during Ramadan. But how do we re-train the nafs? By continuously doing the ibadah and seriously ask for forgiveness from Allah through our prayers, dua' and munajat in our night prayers.

O Allah! This piece of qalb (heart) belongs to you O Allah! Give us taufiq wal hidayah. And do not let our heart to go astray after You have guided us.


رَبَّنَا لَا تُزِغۡ قُلُوبَنَا بَعۡدَ إِذۡ هَدَيۡتَنَا وَهَبۡ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحۡمَةً‌ۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡوَهَّابُ
Our Lord! Cause not our hearts to stray after Thou hast guided us, and bestow upon us mercy from Thy Presence. Lo! Thou, only Thou, art the Bestower.
(Surah Al-Imran:8)
Ramadan Countdown! May we are among those who were forgiven and blessed with Jannah. Ameen.

Monday, August 22, 2011

Bersama selebriti (s)

Salam 22nd Ramadhanl,

Alhamdulillah. I felt very fortunate to be in a same event with celebrities in few different occasions during last week and last weekend. Wednesday, Saturday and Friday. The face that we normally see on TV screen can now be seen with our bare eyes! How I admire them, how I envy them (for a good reason heh!). At a younger age than me, they are able to attract the focus of many ears and eyes with the gift from Allah, the voice. Even though there are no rhythm that comes along, but the words uttered are more important than the rhythm. Those are beautiful words to the ears, the food for the soul. Those are the words of tazkirah.

Alhamdulillah in our quest to obtain the best of the last 10 days of Ramadhan, our surau has invited many ustaz(s) for the food for the soul. Among them were Ust Zahazan, Ust Zamri Mantop and Ust Nizam Abd Kadir, to top up the list, we also have Ust Haslin, Ust Ahmad Awang, Ust Ahmad Dasuki, Ust Wan Adam and many others to name it. Alhamdulillah, those people really brought us back to reality, to realising who we really are, where we should go, and how to spend our time. May Allah gives them strength and health for this jihad.

That Saturday morning, was the first time I had to perform my Fajr prayer at the corridor of the surau. Never was the surau especially for Muslimah was jammed packed with people except on that Saturday. To think of it, i am happy that there are still many out there who loves 'ilm and would come at any time and from anywhere possible just to get a piece of tazkirah. That Saturday was scheduled for Ust Zahazan to deliver the tazkirah. Being an academician, he was able to deliver it well, well prepared. People were glued to their seat (on the floor) until 8.30am that morning (the longest morning tazkirah ever at Surau Mawaddah).

On Sunday was Ust Nizam Abdulkadir, another regular face on 'Tanyalah Ustaz' (my favourite TV programme). This time, we were cunning enough to be there early, and managed to secure a place for Fajr solat in the prayer hall. Ust Zamri and Ust Ahmad Awang came during the Nuzul Quran public holiday on 17th Ramadhan.

This is a shot I managed to capture using my long used but useful hp.
(Gambar Ust Zahazan tak da la, sebab duduk jauh sangat)
Ust Zamri pulak sebab tak teringat pulak nak update pasal ni kat blog.
May our soul were filled and may Allah grant us with Maghfirah and put us in the list of 'abidin muttaqin that are not going to be touched by the fiery fire. Ameen.

p/s: I'll share their notes later.

wallahua'lam....



Friday, August 19, 2011

T.O.D.A.Y



Salam all,

I felt gloomy today. Gloomy Friday. I was devastated. I felt as though the world has fallen apart. Everything shambles onto me. I cried the whole morning. I cancelled my appointment with my student. I can't let her see my red ayes. But lifes like that. There are days when we are full with laughter and there are days when we are down into tears. I have not felt this way for so long.


Beginning Ramadhan, my heart easily touches. I easily broke into tears. But this morning it was not drop of tears, its a downfall. What can I do to make things better? Reading alQuran will definitely help, but I chose to pick-up the phone and call the number belongs to someone whom undoubtedly loves me with all the heart. Husband? No, husband's love is never comparable to this love. Husband's love cannot be guaranteed forever (but I pray to Allah that my husband will love me forever --- but again, what guarantees this??). The LOVE that I meant on this world is MY MOTHER.


Listening to her voice put a smile on my face again. I am now back on my feet. Able to carry on with today's duty. Begin a cheerful day. O Allah! It is a blessing for those who still have their mothers by their side. For those whom their mothers were no longer with them, do not forget to always send them your dua' as it was mentioned in a hadith, (Sahih Muslim):

Abu Huraira (Allah be pleased with him) reported Allah's Messenger (may peace be upon him) as saying: When a man dies, his acts come to an end, but three, recurring charity, or knowledge (by which people) benefit, or a pious son, who prays for him (for the deceased).

Wassalam.


Wednesday, August 17, 2011

Ramadhan Lagi

Salam semua,

Nak cerita sikit pasal Ramdhan lagi. Yelah, selagi tak habis Ramadhan. Dah berpuluh-puluh tahun hidup, dah berpuluh tahun jumpa Ramadhan, ada je perkara yang kita selalu abaikan pasal Ramadhan ni.

Bulan Ramadhan ni selau kita dengar sebagai 'Madrasah Ramadhan'. Madrasah ni maksudnya tempat memperbaiki diri. Tapi aku terbaca satu blog tu, dia sebut Ramadhan sebagai 'Hospital Ramadhan', mula-mula tertanya juga kenapa hospital ye? Tapi ok la jugak sebab hospital tu tempat orang sakit nak menyembuhkan penyakit, dan kita ni pun selama ni sememangnya sakit terutamanya dengan berbagai-bagai penyakit hati, jadi, masukla ke dalam Hospital Ramadhan, dapat ubat dan semuga akan sembuh penyakit tersebut. Tapi di hospital, pesakit hanya duduk sahaja, orang lain yang ubatkan, sedangkan di madrasah, pelajar tersebut yang perlu menuntut ilmu dan berusaha --- itulah yang dituntut, untuk kita berusaha memperbaiki kelemahan diri. Apa-apapun, mungkin aku tersilap faham apa yang dimaksudkan dengan 'Hospital Ramadhan' itu, dan aku bukan lah orang yang sesuai untuk membuat ulasan.

Bercakap pasal Ramadhan ni, ianya macam tempoh mengandung juga, ada trimester. 1st trimester, 2nd and 3rd trimester. Bulan Ramadhan ni pun ada 3 tempoh iaitu tempoh yang pertama disebut sebagai Rahmah, yang kedua, Maghfirah (Keampunan) dan yang ketiga, dibebaskan dari azab api neraka. Dan yang bestnya, bukanlah bermaksud apabila munculnya Maghfirah, rahmah itu akan hilang sebaliknya yang dimaksudkan disini adalah setelah rahmah, ditambahkan dengan Maghfirah -- jadi pada ketika itu Allah memberikan kedua-dua rahmah dan maghfirah kepada hambaNya yang berusaha untuk memperolehinya. Dan apabila tiba di 10 terakhir Ramadhan, Allah tambahkan labi kurniaNya dengan menjanjikan kebebasan dari azab neraka Allah bagi mereka yang berusaha bersunggu untuk menjadi hamba yang beriman dan bertaqwa.

Allah Maha Pemurah, tiada tolok bandingnya. Malulah kita jika berlaku sombong padaNya.

Jika ingin menjadi orang yang bertaqwa, hendaklah kita berilmu kerana orang yang berilmu Allah angkat darjatnya. Ilmu yang kita perlu pelajari adalah ilmu Tauhid, Tasawuf dan Syariah. Tasawuf tu bunyinya macam kompleks, tapi sebenarnya ianya lebih kepada menjaga hati (bukan dari toksik) tapi dari penyakit hati.

wallahua'lam



Tuesday, August 16, 2011

Resipi Ringkas Anak Soleh

Salam 16 Ramadhan,

Esok dah pun nuzul Quran. Dah berapa banyak agaknya helain al-Quran yang kita tatapi, hayati dan renungi? Bulan di mana semua orang alim berlumba melakukan ibadah, hendaknya kita masih turut sama dalam perlumbaan ini. Ada yang sinis mengatakan bahawa Lailatul qadr telah berlalu apabila melihat surau dan masjid sudah mula kosong, kita bersangka baik sajalah sesama manusia. Pasti ada keuzuran yang hanya makhluk dan Penciptanya yang mengetahui.

Pagi tadi sebelum ke pejabat, sempat juga aku mendengar rancangan kegemaran pagiku, "Tanyalah Ustaz Edisi Ramadhan" di TV9 yang dibawa secara 'live' dari Masjid Negeri di Shah Alam. Ustaz pada hari ini adalah Ust Roslan Mohammad, dari UM. Tajuk yang dibincangkan adalah "Yang Tua Dikasihi, Yang Muda Didekati". Hari ini merupakan hari kedua tajuk ini dibahaskan. Semalam aku hanya sempat mendengar sebahagian saja, sebahagian lagi aku pula yang ditonton --- ala, biasa la kan, tertidur depan TV. Macam tak biasa pula. Tambah2 bulan puasa ni.

Kebanyakan soalan yang diutarakan lebih kepada anak2 dan hanya sedikit yang berfokus kepada yang perlu dikasihi, yang tua. Ada dua soalan yang menarik hati aku berkenaan anak2, yang ingin aku kongsikan kali ini. Kedua-dua soalan ini datangnya dari kaum ibu.

Soalan 1: Bagaimanakah kita boleh menjadikan anak kita sebagai anak yang soleh? (lebih kurang la bunyi soalannya, tapi maksudnya sama).

Soalan 2: Anak2 kita yang telah didik dengan baik semasa kecil dengan pendidikan agama, doa2 dan sebagainya. Bagaimanakah dapat kita membendung mereka ini daripada terpengaruh dengan gejala negatif? Apakah ianya berpunca dari kawan rakan, atau pendidikan di sekolah?

Kalau dah seorang ibu, hidupnya tak ada la benda lain yang difikirkan (selain baju, handbag, kasut etc.) melainkan anak-anak. Sebenarnya, apabila anak semakin membesar, semakin besar peranan ibu bapa. Kalau anak masih kecil, kita mungkin selalu mengeluh letih!, tak cukup tidur! dan sebagainya. Tapi bila anak dah mula masuk ke alam remaja, letih perasaan dan mental pula yang menimpa. Kata orang kampung, "Otak ligat dok pikiag mcam mana la paling baik nak jaga anak".

Bagi jawapan soalan pertama, menurut hadis, ada 3 perkara yang boleh menjadikan anak kita sebagai anak yang soleh. Tapi ustaz hanya menyebut dua perkara. Resipi ringkasnya adalah dengan mengenalkannya kepada Penciptanya, ALLAH. Mengenal dari segi kata dan juga mengenal untuk mencintaiNya. Itulah tanggungjawab utama kita. Perkara kedua adalah dengan mengenalkannya dengan alQuran. PAstikan anak-anak kita boleh membaca alQuran dengan baik dan yang penting juga memahami alQuran - maksud memahami di sini, kita kena didik anak kita selaras dengan yang digariskan oleh alQuran mengenai halal, haram, sunat, makruh dan harus untuk diamalkan dalam kehidupan. Phuh!!! ... mengajar sepertimana yang digariskan alQuran, mudah tapi payah, kerana kita sendiripun ada masanya culas dengan suruhan Allah. A bit nervous when thinking about this. Forever thinking whether I have been a good mother, not only to supply them with food, clothes and academic education but the most important things would be whether I have nourished them with 'ilm (knowledge) that is guided by alQuran. Untuk ini, aku akan berusaha dan terus berusaha.

Untuk soalan kedua, jawapan ringkas ustaz adalah kita bermunajat kepada Allah meminta agar anak2 kita menjadi anak yang terbaik dalam iman. Meminta agar anak2 kita diberikan taufiq dan hidayah, kerana hati-hati (qalb) kita adalah milik Allah. Dan Allah jua lah yang dapat memberikan hidayah. Ye lah kan, takkan sebab takut dengan pengaruh rakan, kita nak kurung anak kita kat rumah pulak?? Takut nanti, matahari pun dia tak kenal.

Sesuai dengan bulan Ramadhan ni, jom kita sama bermunajat kerana kita ada senjata paling berkuasa iaitu DOA. Anugerah Allah yang paling besar untuk kita.

Tapi awas!! Bila berdoa ni, jangan pula kita kata, "Dah puas dah aku doa. Budak ni tak berubah juga perangainya", sebab bila kita kata macam tu, seolah-olah kita telah berputus asa dengan Allah. Aku selalu kata, "Kalau selalu senang, sekali doa dah dapat, nanti kita akan cepat lupa Allah. Kerana Allah sayang kita, sebab tu Dia selalu suruh kita berdoa, minta kat Dia".

In short, the recipe is quite simple. Teach our kids to know Allah, to Love Allah. To love alQuran and its content. Teach them based on the Quran and the next thing to do would be dua' and tawakkal ilALLAH. Wallahua'lam.

Wassalam .... Adios


Monday, August 15, 2011

Doa Setelah Berbuka Puasa

Salam all,

"Dah berapa hari berbuka puasa?" Lain sikit bentuk soalan dari selalu. Biasanya orang tanya, "Dah berapa hari berpuasa". Macam mana pun tak apa, yang penting kita bahagia dan tak menyalahi hukum syarak dan undang-undang.

"Dah 14 hari dah berbuka ....", mungkin itu jawapan sebahagian dari kita. Sebahagian lagi pula mungkin belum cukup 14 hari terutamanya yang perempuan la.

Apa-apapun, hari ni aku terasa nak kongsi doa selepas berbuka puasa. Tak pe lah kan .... walaupun baru hari ni nak kongsi doa yang sunnah diamalkan setelah berbuka puasa ...... kata orang, "Biar lambat asal selamat". Tapi dalam konteks ni, kita tukar sikit, "Biar lambat asal belum terlambat untuk beramal". Amacam? Ok tak? Terpanggil untuk kongsi ni pun setelah dua orang Ustaz mengingatkan berkali-kali sepanjang Ramadhan ini.

Hadith yang menganjurkan doa ini merupakan hadith hassan dan sepatutnya menjadi amalan kita semua. Lazimnya, kita hanya ingat nak baca doa sebelum makan sahaja tetapi lupa untuk membaca doa selepas makan (jangan jadi orang yang tak bersyukur ye!).



Dalam hadis riwayat Abu Dawud, al-Nasa-i, al-Hakim dan lain-lain menerangkan bahwa Ibnu ‘Umar ra berkata: Rasulullah (saw) apabila selesai berbuka puasa, Baginda (saw) membaca doa,

“ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ وَثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَ الله”

Dalam romanisnya, “(dz)aHabazZomaa-k, wabtallatil ‘uruuq, wa (ts)abatal ajr, Insyaa AllaaH”.
yang bermaksud:
“Telah hilang rasa haus, Urat-urat telah basah, Dan pahala telah ditetapkan, Insyaa AllaaH”


Satu perkara lagi, kesepakatan ulamak mengatakan hadis berkenaan membaca doa sebelum makan dan berbuka puasa, yang biasa anak kita belajar kat sekolah tadika tu .... (Allahumma barik .... & Allahumma laka sumtu ....) adalah bersandarkan hadith dhai'f yang tidak perlu diikut (kalau ikut pun tak dosa). Sunnahnya hanyalah dengan membacakan 'Bismilallahirrahmanirrahim'.

Hadis sahih juga mengatakan, "Sampaikanlah walaupun sepotong ayat .....", maksudnya nak suruh berdakwahlah tu walaupun sedikit. Jadi, rasanya ini dah berpotong-potong ayat ni. Makanya, cukup sampai di sini untuk kali ini.

Selamat berpuasa.
Dah ke-15 dah...... Malam ni baca doa qunut. Lailatul qadar pun dah mula mengintai-ngintai. Jangan lupa temu janji dengan kekasih ya!

~Wassalam

Friday, August 12, 2011

Puasa - Hak Prerogatif Allah

Salam All,

If you read Solusi Ed.34, on the first page you will find a section for Hadis Qudsi. For this month, the Hadis Qudsi reads as follows:

Daripada Abu Hurairah r.a, Rasulallah s.a.w bersabda: "Allah berfirman: "Setiap amalan manusia itu untuknya kecuali puasa. Ia untuk-Ku dan Aku yang memberi ganjarannya"".
(Riwayat al-Bukhari dan Muslim)

The last religious class that we had with Ustaz Firdaus, he explained the hadith further. According to ustaz, there are some arguments amongst the ulama' over this hadith. It is because, literally, all ibadah are rewarded by Allah and only He knows how and how much the reward would be. Therefore, what makes it different with AS-Saum, fast?

And finally, jumhur ulama' (jumhur means the group of renowned ulama') agrees that what makes fast or as-saum different is because it is an ibadah that no other people would know whether you are dong it or not, and only Allah knows. This is very different with any other ibadah like solat, zakat and performing hajj. All this other ibadah can be seen by human eyes whenever one performs it. Everybody can see you performing solat (especially if in jamaah), everybody can know that you are performing hajj (in fact almost whole Malaya knows about it when one perfoms hajj), so does when someone pay the zakat. For zakat, at least one person will know that you are performing zakat that is the amil (the zakat collector).

For as-saum, people will not know if you are fasting unless you tell them that you are fasting (exceptional for the month of Ramadhan). An ibadah that no one knows, and you sincerely perform it, is a great ibadah in the eyes of Allah.

So, everybody, if you are fasting (sunat), please try as best as possible not to tell others, try to find excuses (but not to lie) when people invite you for lunch etc. But in certain circumstances, it's ok to tell people that you're fasting. You must know what is best especially in order to protect yourself from riya' and takabbur.

wallahua'lam.
wassalam.


Thursday, August 11, 2011

Cuti Semester

Salam all,

Hari ni hari ke-sebelas berpuasa. Sekejap betul masa berlalu. Kalau lepas 15 puasa, lagilah cepat terasa masa berlalu. Sudah lebih baikkah kita pada tahun ini berbanding tahun yang lalu???? Hmmm ..... puasa? Apa kena mengena dengan tajuk Cuti semester???? Yang kena mengena adalah pada cepatnya masa berlalu.

Sekarang ini adalah cuti pengajian semester bagi Ijazah Sarjana Muda, Sarjana dan Kedoktoran. Tetapi bagi pelajar lepasan SPM yang lain yang mengikuti Sijil, Asasi, Matrikulasi ataupun Diploma, sekarang adalah masa kuliah. Bagi cikgu2 (pensyarah tapi dah rasa macam cikgu), yang megnajar Diploma, seharian berulang alik ke kuliah.

Dan ada yang bertanya, "Kalau cuti semester, pensyarah kena kerja ke?", "Pensyarah buat apa masa tu, kan budak2 tak ada?" dan lain-lain soalan yang sewaktu dengannya.

Alangkah bestnya kalau boleh cuti. Tapi itu bukan hakikatnya, para pensyarah kena bekerja. Semasa mula-mula diumumkan perubahan tarikh kuliah bagi program Sarjana Muda dan ke atas ni, kami semua (para pensyarah Sarjana Muda ke atas) menarik nafas, kerana adanya ruang untuk memperbetulkan otot-otot fizikal dan mental yang dah lama tertekan, stress dengan bebanan kerja yang tiada titik noktahnya. Bukan setakat noktah, koma pun tak jumpa. Wahhhh ...... cuti semester selama 4 bulan ..... bestnya. Banyak tugasan lain yang boleh disiapkan sepanjang cuti ini. Banyak ilmu baru yang boleh ditimba sepanjang cuti ini. Banyak artikel yang boleh ditulis. Banyak idea penyelidikan yang boleh dijana. Banyak dan banyak dan banyak lagi.

Dan sekarang, bulan Ogos sudah hampir dipertengahan. Belumpun sempat aku bercuti panjang, belumpun sempat simpulan urat diluruskan, belumpun sempat artikel dinoktahkan, lambaian semester baru telah pun kelihatan. 6 September semester baru akan bermula. Kehidupan rutin pensyarahku juga akan bermula. Dan aku akan kelihatan menyepi lagi dari blog ini. Membiarkan ianya bersawang.

Pepatah mengatakan 'Masa itu Emas', ulama' mengatakan 'Masa itu nyawa', setiap hari, setiap jam, setiap minit dan detik ia semakin berkurang. Setiap minit dan masa ia tidak akan berulang. Oleh itu, setiap detik yang ada, kita penuhilah ia dengan sebaik-baiknya - untuk kebaikan dunia dan AKHIRAT.

Dah habis 'meroyan', got to pen off now. Argh ........

wallahua'lam


Wednesday, August 10, 2011

Abortion - Miscarriage

Salam semua,

'Abortion' - : defined by the Merriam-Webster Dictionay as the termination of a pregnancy after, accompanied by, resulting in, or closely followed by the death of the embryo or fetus:

It is something that every expecting mothers are afraid of. Mothers will always try to do their best to ensure that the baby in their womb is healthy. Whatever good food recommended by the doctors will be sought for. Whatever supplements that are claimed good for baby will be consumed by mothers. The dos and don'ts will be followed closely. That is how mothers try as much as possible to make sure that the baby is healthy. This is exceptional for those who do not want the baby - Na'uzubillah.

Whoever had gone through this period will understand the feeling, the loss, especially if the baby is long awaited baby. I myself had three miscarriages after waiting for more than four years for my second baby. The feeling was heartsick, heartbroken, mournful, sorrowful or any other words that show the sadness of the mother. I am still melancholic over the loss. However, I believe, Allah knows better. Allah knows what is best and what is not for me. And HE has given me the very best of all. I am fated to have only 3 kids. Anyway, .... it was more than 10 years ago. So, why brought it up today?????? Because .... I have a good news for those who had miscarriage before.

Last Thursday, in a religious class conducted by Ustaz Firdaus, he mentioned about MISCARRIAGE and handling it. There are several ways handling the fetus:
1. If the fetus is less than 40 days, we need only to wash the fetus, wrap it and bury it at any convenient place.
2. If the fetus is more than 40 days, we need to bathe it according to Islam, perform solat for the fetus, say dua', named it and later bury at an Islamic burial area.

When reciting dua', the dua should be meant for the parents not the child as we normally did to the deceased. This is because the child is already clean, and free from sin. Jannah is already promised for the baby. However, the dua' is for the parents who patiently accept this faith.

And according to Ustaz, based on a Hadis Qudsi, for parents who have had miscarriages disregard of the duration of the pregrnancy (2 weeks, 4 weeks etc.), Allah will ask the Malaikat to build a house for the parents in Jannah and named the house as 'Baitul Hamd' whenever the parents say Alhamdulillah and accept the faith.

This is really a good news to me, and I hope for everybody else too. Allah Ar-Rahman, the Most Merciful, for every single deeds that we do, be it small, the reward is huge. Only by saying Alhamdulillah to his small test, we were rewarded with a house in Jannah. Let's work our way to Jannah. InsyaAllah.

Wassalam. Ramdhan Kareem.




Monday, August 8, 2011

Akulah Anak, Akulah Ibu

Salam all,

Baru selesai menonton segmen 'Bersama Dato' Fadilah Kamsah - Menyelam Sanubari'. Topik perbincangan adalah 'Anak Derhaka'.

Ya Allah! Aku mohon padaMu mudah2an aku tidak termasuk dalam golongan anak yang derhaka, dan aku juga tidak menjadikan anak-anakku sebagai anak derhaka.

Bersama Dato' adalah Imam Muda Ashraf dan seorang anak gadis yang telah berubah dan menghargai ibunya walaupun dia sendiri belum mendapat hidayah untuk berhijrah menjadi muslimah solehah dari segi perwatakan dan pemakaian. Biarpun begitu, anak gadis tersebut begitu menyayangi ibunya. Semoga Allah berikan beliau hidayah kerana kebaikannya terhadap ibunya. Menurut Dato' Fadzilah Kamsah juga, menurut ulamak, walau setitik susu ibu sekalipun, tidak mungkin dapat dibalas oleh anak, Subhanallah.

Doa ibu itu tiada hijabnya --- bila dikenangkan kembali segala detik kejayaan, aku yakin, kurniaan Allah terhadapku ini adalah jua kerana doa MAK, terima kasih mak. Aku tidak pernah lupa menelefon MAK, meminta mak mendoakan kejayaanku dalam setiap peperiksaan, temuduga dan sebagainya. Dan Alhamdulillah, perjalanan hidupku mudah, mungkin berkat doa MAK. Sehinggakan disaat aku sudah bergelar IBU ini, aku masih menelefon MAK untuk meminta mak agar mendoakan aku. Aku ingat ketika VIVA PhD ku sedang berjalan, rupanya, mak duduk membaca surah Yasin sepanjang petang itu sehinggalah dia menerima panggilan dariku memaklumkan kejayaanku. Patutlah begitu lancar perjalanannya ketika itu, dengan izin Allah. Terima kasih MAK! Tidak terbalas segala jasa MAK terhadap anakmu ini. Aku tidak pasti apa yang dapat aku lakukan untuk menggembirakanmu dalam usia emasmu ini. Ampunkan anakmu, MAK.

Dalam mengenang doa MAK terhadapku, apakah cukup doaku untuk anak2ku??? .......

Anak-anak ibu, doa ibu sentiasa mengiringi kalian di setiap doa ibu. Tidak pernah ibu lupa mendoakan agar anak-anak ibu berjaya di dunia dan akhirat. Tidak pernah ibu elpa mendoakan anak-anak ibu agar menjadi insan yang soleh dan solehah. Segala kebaikan di dunia dan akhirat hanyalah untuk anak-anak ibu. Justeru, ibu berharap agar anak2 ibu, tidak mensia-siakan doa ibu.

wallahua'lam ....


Wednesday, August 3, 2011

Hakim's Visit to the Doctor for Abscess (Bisul)

Salam all,

Waiting for a medical specialist is always trying out my patient. This was our second visit to see the doctor for his abscess. 2 hours is the minimum. But the quality of service is normally worth the waiting. Some may wonders, two visits just for abscess (bisul)???

Ala .... masa kita kecik2 dulu pun selalu gak kena bisul, tak pernah pun jumpa pakar? Paranoid ke apa maknya ni? ....

I felt ridiculous too, to see the medical specialist just for an abscess. But, .... with knowledge that you know about medical, with more explanation that you receive from a doctor, the more worrying you become. When I asked the general practioner, "How serious can it be, if I just let it (the abscess) heal by itself? She said, the blood my get infectious and it will lead to a more serious health situation. That is the reason why I agreeingly took him to see the medical specialist.

Besar sangat ke bisulnya tu? Biasa la, kena bisul .... nanti baik sendiri je. Dulu-dulu kat kampung, orang letak kapur je kat keliling tu, nak bagi nanah keluar.

Ye ke??? I don't know about that. Cannot recall if it ever happen to me before, neither do my husband. The abscess is quite big at the place it normally occur (hmmm...), it burst, but no pus came out. The GP told us that it has to be removed, for adult, the GP will normally do a small incision and drain the pus from the abscess. But for children, it is not advisable to do a 'live' incision. It requires a minor surgery to remove the pus (which seems to be very thick). SURGERY! Not again .... not another visit to the Operation Theater, No! No! No! That is how it landed us to two visits with the medical specialist. When the specialist assess the abscess, it tells that it is not fully mature (orang kampung kata, 'tak masak lagi'), therefore an operation cannot be done.

Anyway, alhamdulillah .... with another course of antibiotic, the abscess became smaller and finally its gone. No surgery is required, Hakim is happy, Ibu is happy. Alhamdulillah. Thank you Allah.

Kisahnya, the first course of antibiotic tu terlambat makan sebab maknya pergi team building, anak yang kat rumah tu, lupa nak bagitau ayah, therefore it became 'building on the abscess and pus'. Hmmm .... itulah puncanya, bisul tu membesar dengan megahnya. Lain kali kalau sesiapa kena bisul, cepat-cepatlah makan antibiotik.

Wallahua'lam





Monday, August 1, 2011

Marhaban Ya Ramadhan

Ramadhan Kareem is here again.

O Allah! Thank you for blessing me with another Ramadhan. And I really hope that this is going to be a better Ramadhan for me, for I shall never know if there is going to be another Ramadhan for me again.

Alhamdulillah, Ramadhan is here again. And Alhamdulillah the kids were also happy to welcome Ramadhan. They even look forward to going to the surau for the solat tarawikh (for whatever reason it could be, but I thanked you Allah, for their tiny hearts are close to the blessed place - the madrasah/ surau etc.)

There are many books and magazines discussing about how best we can spent the days in Ramadhan. Solusi, 34th edition also gave a checklist for ibadat that we should perform. And here is what I gathered from a book I was reading, Ramadhan Tiba Lagi by Wan Mohd NohWan Hamat and Rusnah Abu Samah, published by Yamani Angle Sdn Bhd, 2010, Kuala Lumpur. (Ha Ha, sorry for the long decsription of the book .... being an academician and a researcher I became very meticulous when writing the source of my knowledge -- as a respect for the knowledge).

The book listed the task as follows (most of it are sunnah - as performed by Rasulallah SAW):
  1. before we go to sleep, recite the last four verses of Surah al-Kahfi so that it will ease us in getting up for the night prayer, qiamullail (tahajjud etc.).
  2. at 4am, perform the qiamullail ritual which consist of solat tahajjud, solat taubah, solat hajat. this ritual will take approximately 30 minutes.
  3. at 4.30am, the mothers can start preparing dishes for sahur.
  4. at 5am or 5.15am, get everybody up for sahur.
  5. do not go back to sleep after sahur, preferably solat subuh in jamaah.
  6. read quran (if you still have time before going to the office)
  7. solat dhuha at about 8-11am
  8. at 12 noon (or perhaps for working folks, 1pm is ok - as long as before zohor), sleep for a little while (make sure to wake up before your break time is over), and perform solat zuhr.
  9. after the zuhr prayer, read quran.
  10. solat asar, immediately when the azan calls.
  11. prepare for the iftar for mothers.
  12. take korma (dates), fruits and plain water for iftar.
  13. solat maghrib then followed by a heavier meal (eg. rice)
  14. solat isyak and followed by the solat tarawikh.
Let's try to discipline ourselves so that we could do the most during THIS Ramadhan.
Ramadhan Kareem.

wallahua'lam.